Apakah UAN itu masih layak dipertahankan?


UAN SMA sudah diumumkan. Tingkat kelulusan yang menurun besar di saat anggaran pendidikan bertambah membuat banyak orang bertanya-tanya. Apakah memang pemerintah dalam hal ini Depdiknas sudah serius dalam pengembangan pendidikan atau tidak? Mungkin menteri pendidikan berkilah bahwa ada ujian ulangan. Namun, hasil UAN dengan ketidaklulusan mencapai 10% itu setidaknya menggambarkan adanya kesalahan yang telah dilakukan pemerintah.
Sebenarnya, sebelum pelaksanaan UAN, banyak pihak yang mempertanyakan apakah UAN itu masih diperlukan? Tetapi pemerintah bersikukuh untuk melaksanakan UAN, katanya untuk menilai ketercapaian kompetensi lulusan secara nasional pada mata pelajaran tertentu dalam kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi.
hal tersebut memang perlu, akan tetapi melihat ketidakmerataan pendidikan yang ada di Indonesia sekarang ini, UAN menjadi penentu kelulusan nampaknya masih belum layak sampai saat di mana pendidikan sudah merata kualitasnya dari kota hingga ke pelosok daerah. Kenyataannya, masih ada daerah yang tertinggal dengan kurangnya buku penunjang, guru yang terbatas, dsb.
Dipaksakannya pelaksanaan UAN menjadikan banyak terjadinya kecurangan , dari banyaknya bocoran soal, kerjasama dengan teman, sampai ada pihak sekolah yang membantu mengerjakan.  Jika terjadi demikian? Apakah tujuan akhir UAN akan tercapai? Tentu tidak…. Sudah sepantasnya pemerintah memikirkan lagi keberadaan UAN dan lebih memrioritaskan pada pemerataan kualitas pendidikan di Indonesia ini.
Sedikit saran dari saya :
UAN gak usah jadi patokan kelulusan siswa karena belum meratanya kualitas pendidikan di Indonesia ini. Boleh saja tetap dilaksanakan UAN untuk mengetahui tingkat kompetensi dari siswa/i SMA, tapi yang menentukan lulus tidaknya biar pihak sekolah saja. Saya berharap pemerintah lebih serius lagi menangani masalah pendidikan. Kalaupun ada UAN, mesti ada feed back dari hasil UAN itu. Ketika ada daerah dengan tingkat kelulusan rendah, seharusnya pemerintah berupaya agar tahun-tahun ke depannya tidak terjadi lagi. Bagaimana caranya? Misalkan dengan lebih memprioritaskan daerah -daerah yang tertinggal agar kualitas pendidikan lebih merata.
Akhir-akhir ini lagi hangat-hangatnya isu dugaan korupsi dana pendidikan, bisa teman-teman lihat di http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2010/04/29/53284/KPK-Diminta-Serius-Tangani-Korupsi-Sektor-Pendidikan. ya mudah-mudahan ke depannya tidak ada lagi korupsi terutama di sektor pendidikan karena tentunya ini akan menghambat kemajuan dan peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia ini.

5 thoughts on “Apakah UAN itu masih layak dipertahankan?

  1. Saya ingin mencoba membandingkan dengan Sistem Uji Kompetensi… kemudian dianalogikan kepada Sekolahan.. ref. BNSP :
    1. Sekolahan tempat pendidikan harus ter-Sertifikasi (mungkin Akreditasi).
    2. Pendidik harus ter-Sertifikasi (mungkin bandingannya dengan Akta).
    3. Tempat Uji harus ter-Sertifikasi (mungkin untu ujian Praktek).
    4. Penguji/Assesor harus ter-Sertifikasi (mungkin Pengawas ujian atau Penguji layak dengan perannya).
    5. Penguji bukan/tidak boleh Pendidik (guru tidak boleh menjadi Pengawas ujian penguji dan mnentukan kelulusan; tugas guru adalah mendidik).
    6. Kurikulum harus diturunkan dari Target Unit Kompetensi (mungkin Standard Kemampuan).
    7. bahan Uji harus riturunkan dari target unit kompetensi (mungkin Standard Kemampuan).

    Dalam uji Kompetensi bila lulus maka seseorang dianggap Komperten terhadap Unit Kompetensi tertentu… dan biasanya bener bener sesuai.. karena uji Kompetensi meliputi Demo dan PortoFolio.

    Dlam kasus UAN.. yang kurang pas adalah Standarisasi Sistem dan Koordinasi.. serta pemerataan kemampuan sebuah Sekolahan dari sisi infrastruktur, sumber, guru, anggaran, dll. Contoh ; Ujian UAN tidak meliputi Portofolio yang menggambarakan perilaku siswa sehari hari…!! selama bertahun tahun mengikuti pelajaran.

    Kembali kepada diri kita masing masing… mau maju atau tidak…!! Peace.. namanya juga komentar belum tentu benar…!!?

    Like

    • Saya setuju dengan pendapatnya. Menurut saya, sebenarnya UAN itu perlu, tetapi yang penting adalah adanya feedback dari pelaksanaan UAN itu sendiri, jadi jangan sampai setelah UAN berlalu, pemerintah dalam hal ini Depdiknas tidak menyikapi hasilnya dengan serius untuk pemerataan dan peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia. Jadi jangan hanya ingin melihat hasil pembelajaran siswa saja, tanpa melakukan pembenahan yang maksimal…

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s